Minggu, 13 Maret 2016

jenis jenis penelitian

JENIS-JENIS PENELITIAN

A.    BERDASAR FUNGSINYA
1.      Penelitian Dasar
Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pure research) atau penelitian pokok (fundamental research) adalah penelitian yang diperuntukan bagi pengembangan suatu ilmu pengetahuan serta diarahkan pada pengembangan teori-teori yang ada atau menemukan teori baru. Peneliti yang melakukan penelitian dasar memiliki tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa memikirkan pemanfaatan secara langsung dari hasil penelitian tersebut. Penelitian dasar justru memberikan sumbangan besar terhadap pengembangan serta pengujian teori-teori yang akan mendasari penelitian terapan.

Penelitian dasar lebih diarahkan untuk mengetahui, menjelaskan, dan memprediksikan fenomena-fenomena alam dan sosial. Hasil penelitian dasar mungkin belum dapat dimanfaatkan secara langsung akan tetapi sangat berguna untuk kehidupan yang lebih baik. Tujuan penelitian dasar adalah untuk menambah pengetahuan dengan prinsip-prinsip dasar, hukum-hukum ilmiah, serta untuk meningkatkan pencarian dan metodologi ilmiah (Sukmadinata, 2005).

Tingkat generalisasi hasil penelitian dasar bersifat abstrak dan umum serta berlaku secara universal. Penelitian dasar tidak diarahkan untuk memecahkan masalah praktis akan tetapi prinsip-prinsip atau teori yang dihasilkannya dapat mendasari pemecahan masalah praktis. Dengan kata lain, hasil penelitian dasar dapat mempengaruhi kehidupan praktis. Contoh penelitian dasar yang terkait erat dengan bidang pendidikan adalah penelitian dalam bidang psikologi, misalnya penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perikalu manusia. Hasil penelitian tersebut sering digunakan sebagai landasan dalam pengembangan sikap untuk merubah perilaku melalui proses pembelajaran/pendidikan.





2.      Penelitian Terapan
Penelitian terapan atau applied research dilakukan berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis, penerapan, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian terapan berfungsi untuk mencari solusi tentang masalah-masalah tertentu. Tujuan utama penelitian terapan adalah pemecahan masalah sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik secara individu atau kelompok maupun untuk keperluan industri atau politik dan bukan untuk wawasan keilmuan semata (Sukardi, 2003). Dengan kata lain penelitian terapan adalah satu jenis penelitian yang hasilnya dapat secara langsung diterapkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menguji manfaat dari teori-teori ilmiah serta mengetahui hubungan empiris dan analisis dalam bidang-bidang tertentu. Implikasi dari penelitian terapan dinyatakan dalam rumusan bersifat umum, bukan rekomendasi berupa tindakan langsung. Setelah sejumlah studi dipublikasikan dan dibicarakan dalam periode waktu tertentu, pengetahuan tersebut akan mempengaruhi cara berpikir dan persepsi para praktisi. Penelitian terapan lebih difokuskan pada pengetahuan teoretis dan praktis dalam bidang-bidang tertentu bukan pengetahuan yang bersifat universal misalnya bidang kedokteran, pendidikan, atau teknologi. Penelitian terapan mendorong penelitian lebih lanjut, menyarankan teori dan praktek baru serta pengembangan metodologi untuk kepentingan praktis. Penelitian terapan dapat pula diartikan sebagai studi sistematik dengan tujuan menghasilkan tindakan aplikatif yang dapat dipraktekan bagi pemecahan masalah tertentu. Hasil penelitian terapan tidak perlu sebagai suatu penemuan baru tetapi meupakan aplikasi baru dari penelitian yang sudah ada (Nazir, 1985). Akhir-akhir ini, penelitian terapan telah berkembang dalam bentuk yang lebih khusus yaitu penelitian kebijakan (Majchrzak, 1984). Penelitian kebijakan berawal dari permasalahan praktik dengan maksud memecahkan masalah-masalah sosial. Hasil penelitian biasanya dimanfaatkan oleh pengambil kebijakan.



3.      Penelitian Evaluatif
Penelitian evaluatif pada dasarnya merupakan bagian dari penelitian terapan namun tujuannya dapat dibedakan dari penelitian terapan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur keberhasilan suatu program, produk atau kegiatan tertentu (Danim, 2000). Penelitian ini diarahkan untuk menilai keberhasilan manfaat, kegunaan, sumbangan dan kelayakan suatu program kegiatan dari suatu unit/ lembaga tertentu. Penelitian evaluatif dapat menambah pengetahuan tentang kegiatan dan dapat mendorong penelitian atau pengembangan lebih lanjut, serta membantu para pimpinan untuk menentukan kebijakan (Sukmadinata, 2005). Penelitian evaluatif dapat dirancang untuk menjawab pertanyaan, menguji, atau membuktikan hipotesis. Makna evaluatif menunjuk pada kata kerja yang menjelaskan sifat suatu kegiatan, dan kata bendanya adalah evaluasi. Penelitian evaluatif menjelaskan adanya kegiatan penelitian yang sifatnya mengevaluasi terhadap sesuatu objek, yang biasanya merupakan pelaksanaan dan rencana. Jadi yang dimaksud dengan penelitian evaluatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi, yang merupakan kondisi nyata mengenai keterlaksanaan rencana yang memerlukan evaluasi. Melakukan evaluasi berarti menunjukkan kehati-hatian karena ingin mengetahui apakah implementasi program yang telah direncanakan sudah berjalan dengan benar dan sekaligus memberikan hasil sesuai dengan harapan. Jika belum bagian mana yang belum sesuai serta apa yang menjadi penyebabnya.

Penelitian evaluatif memiliki dua kegiatan utama yaitu pengukuran atau pengambilan data dan membandingkan hasil pengukuran dan pengumpulan data dengan standar yang digunakan. Berdasarkan hasil perbandingan ini maka akan didapatkan kesimpulan bahwa suatu kegiatan yang dilakukan itu layak atau tidak, relevan atau tidak, efisien dan efektif atau tidak. Atas dasar kegiatan tersebut, penelitian evaluatif dimaksudkan untuk membantu perencana dalam pelaksanaan program, penyempurnaan dan perubahan program, penentuan keputusan atas keberlanjutan atau penghentian program, menemukan fakta-fakta dukungan dan penolakan terhadap program, memberikan sumbangan dalam pemahaman suatu program serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Lingkup penelitian evaluative dalam bidang pendidikan misalnya evaluasi kurikulum, program pendidikan, pembelajaran, pendidik, siswa, organisasi dan manajemen. Satu pengertian pokok yang terkandung dalam evaluasi adalah adanya standar, tolok ukur atau kriteria. Mengevaluasi adalah melaksanakan upaya untuk mengumpulkan data mengenai kondisi nyata sesuatu hal, kemudian dibandingkan dengan kriteria agar dapat diketahui kesenjangan antara kondisi nyata dengan kriteria (kondisi yang diharapkan). Penelitian evaluatif bukan sekedar melakukan evaluasi pada umumnya. Penelitian evaluatif merupakan kegiatan evaluasi tetapi mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku bagi sebuah penelitian, yaitu persyaratan keilmiahan, mengikuti sistematika dan metodologi secara benar sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Sejalan dengan makna tersebut, penelitian evaluatif harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Arikunto, 2006):

Proses kegiatan penelitian tidak menyimpang dari kaidah-kaidah yang berlaku bagi penelitian ilmiah pada umumnya.
Dalam melaksanakan evaluasi, peneliti berpikir sistemik yaitu memandang program yang diteliti sebagai sebuah kesatuan yang terdiri dan beberapa komponen atau unsur yang saling berkaitan antara satu sama lain dalam menunjang keberhasilan kinerja dan objek yang dievaluasi.
Agar dapat mengetahui secara rinci kondisi dan objek yang dievaluasi, perlu adanya identifikasi komponen yang berkedudukan sebagai factor penentu bagi keberhasilan program.
Menggunakan standar, kriteria, dan tolok ukur yang jelas untuk setiap indikator yang dievaluasi agar dapat diketahui dengan cermat keunggulan dan kelemahan program.
Agar informasi yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi nyata secara rinci untuk mengetahui bagian mana dari program yang belum terlaksana, perlu ada identifikasi komponen yang dilanjutkan dengan identifikasi sub komponen, dan sampai pada indikator dan program yang dievaluasi.
Dari hasil penelitian harus dapat disusun sebuah rekomendasi secara rinci dan akurat sehingga dapat ditentukan tindak lanjut secara tepat.
Kesimpulan atau hasil penelitian digunakan sebagai masukan/ rekomendasi bagi kebijakan atau rencana program yang telah ditentukan. Dengan kata lain, dalam melakukan kegiatan evaluasi program, peneliti harus berkiblat pada tujuan program kegiatan sebagai standar, criteria, atau tolak ukur.


B.     BERDASAR METODENYA
1.      Penelitian Historis
Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau itu. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini sukar dikendalikan. Maka tingkat kepastian pemecahan permasalahan dengan metode ini adalah paling rendah. Data yang dikumpulkan biasanya hasil pengamatan orang lain seperti surat-surat arsip atau dokumen-dokumen masa lalu. Penelitian seperti ini jika ditujukan kepada kehidupan pribadi seseorang, maka penelitian disebut penelitian biografis.

Tujuan penelitian histonis adalah untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifisi, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Seringkali penelitian yang demikian itu berkaitan dengan hipotesis-hipotesis tertentu.

Ciri yang menonjol dari penelitian historis adalah;

Penelitian historis lebih bergantung kepada data yang diobservasi orang lain dari pada yang diobservasi oleh peneliti sendiri. Data yang baik akan dihasilkan oleh kerja yang cermat yang menganalisis keotentikan, ketepatan, dan pentingnya sumber-sumbernya.
Berlainan dengan anggapan yang populer, penelitian historis haruslah tertib ketat, sistematis, dan tuntas; seringkali penelitian yang dikatakan sebagai suatu “penelitian historis” hanyalah koleksi informasi-informasi yang tak layak, tak reliabel, dan berat sebelah.
“Penelitian historis” tergantung kepada dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari sumber primer, yaitu Si peneliti (penulis) secara langsung melakukan observasi atau menyaksikan kejadian-kejadian yang dituliskan. Data sekunder diperoleh dan sumber sekunder, yaitu peneliti melaporkan hasil observasi orang lain yang satu kali atau lebih telah lepas dari kejadian aslinya. Di antara kedua sumber itu, sumber primer dipandang sebagai memiliki otoritas sebagai bukti tangan pertama, dan diberi prionitas dalam pengumpulan data.
Untuk menentukan bobot data, biasa dilakukan dua macam kritik, yaitu kritik eksternal dan kritik internal. Kritik eksternal menanyakan “apakah dokumen relik itu otentik”, sedang kritik internal menanyakan “Apabila data itu otentik, apakah data tersebut akurat dan relevan?”. Kritik internal harus menguji motif, keberatsebelahan, dan keterbatasan si penulis yang mungkin melebih-lebihkan atau mengabaikan sesuatu dan memberikan informasi yang terpalsu. Evaluasi kritis inilah yang menyebabkan “penelitian historis” itu sangat tertib-ketat, yang dalam banyak hal lebih dibanding dari pada studi eksperimental.
Walaupun penelitian historis mirip dengan penelaahan kepustakaan yang mendahului lain-lain bentuk rancangan penelitian, namun cara pendekatan historis adalah lebih tuntas, mencari informasi dan sumber yang lebih luas. “Penelitian historis” juga menggali informasi-informasi yang lebih tua dari pada yang umum dituntut dalam penelaahan kepustakaan, dan banyak juga menggali bahan-bahan tak diterbitkan yang tak dikutip dalam bahan acuan yang standar.
Langkah pokok untuk melaksanakan penelitian historis sebagai berikut:

Definisi masalah.
Rumuskan tujuan penelitian dan jika mungkin, rumuskan hipotesis yang akan memberi arah dan fokus bagi kegiatan penelitian itu.
Kumpulkan data, dengan selalu mengingat perbedaan antara sumber primer dan sumber sekunder.
Suatu keterampilan yang sangat penting dalam penelitian historis adalah cara pencatatan data : dengan sistem kartu atau dengan sistem lembaran, kedua duanya dapat dilakukan.
Evaluasi data yang diperoleh dengan melakukan kritik eksternal dan kritik internal.
Tuliskan laporan.
3.      Penelitian Observasional
Penelitin yang bertujuan untuk mengamati dan mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi dalam (pada) fenomena natural ataupun sosial, yang terjadi dalam tingkatan waktu tertentu, dan tidak dapat dikendalikan oleh si peneliti, seperti perubahan iklim, pergerakan binatang, pencemaran lingkungan, perubahan perilaku masyarakat, kriminalitas, dsb.
4.      Penelitian Eksperimental
Penelitian yang dilakukan dengan menciptakan fenomena pada kondisi terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan sebab-akibat dan pengaruh faktor-faktor pada kondisi tertentu.

Dalam bentuk yang paling sederhana, pendekatan eksperimental ini berusaha untuk menjelaskan, mengendalikan dan meramalkan fenomena seteliti mungkin. Dalam penelitian eksperimental banyak digunakan model kuantitatif.
Berdasarkan sumber yang lain, penelitian berdasar metodenya digolongkan menjadi:

 1.      Penelitian Survey
Penelitian yang dilakukan pada popolasi besar maupun kecil, tetapi data yangdipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosilogis maupun psikologis.

2. Penelitian Ex Post Facto
Yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi yang kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut.

3.      Penelitian Eksperimen
Yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Variabel independennya dimanipulasi oleh peneliti.

4.      Penelitian Naturalistic
Metode penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alami (sebagai lawannya) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Contoh : Sesaji terhadap keberhasilan bisnis.

5.      Policy Reserach
Yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertinak secara praktis dalam menyelesaikan masalah.

6.      Action Research
Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktifitas lembaga dapat meningkat. Tujuan utama penelitian ini adalah mengubah: 1) situasi, 2) perilaku, 3) organisasi termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja, dan pranata.

7.      Penelitian Evaluasi
Merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan.

8.      Penelitian Sejarah
Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Sumber datanya bisa primer, yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu, atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian itu. Tujuan penelitian sejarah adalah untuk merekonstruksi kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan

 Sumber:
https://shendud.wordpress.com/pendidikan/jenis-jenis-penelitian/
Pengawas Sekolah Pendidikan Menengah. 2008. Pendekatan, Jenis, Dan Metode Penelitian Pendidikan
Abdulhamid. 2006. Jenis-jenis Penelitian. http://abdulhamid.files.wordpress.com/…/materi_kuliah_3_19_feb_06.doc -. Diakses 21 April 2011
Indiwan. 2007. Jenis-jenis penelitian. http://indiwan.blogspot.com/2007/09/jenis–jenis–penelitian.html –, diakses 21 April 2011



Rabu, 04 Juni 2014

midtem sistem operasi


Nama; fariza fathur rachman
Nim    ; 1305020094
Unit    ; C

Midtem system operasi :

1.jelaskan yg dimaksud dgn konsep proses pada sitem operasi?
`           Proses didefinisikan sebagai program yang sedang dieksekusi. Menurut Silberschatz proses tidak hanya sekedar suatu kode program ( text section), melainkan meliputi beberapa aktivitas yang bersangkutan seperti program counter dan stack. Sebuah proses juga melibatkan stack yang berisi data sementara (parameter fungsi/ metode, return address, dan variabel lokal) dan data section yang menyimpan variabel-variabel global. Tanenbaum juga berpendapat bahwa proses adalah sebuah program yang dieksekusi yang mencakup program counter, register, dan variabel di dalamnya.
Keterkaitan hubungan antara proses dengan sistem operasi terlihat dari cara sistem operasi menjalankan/ mengeksekusi proses. Sistem operasi mengeksekusi proses dengan dua cara yaitu batch system yang mengeksekusi jobs dan time-shared system yang mengatur pengeksekusian program pengguna ( user) atau tasks. Bahkan pada sistem pengguna tunggal ( single user) seperti Microsoft Windows dan Mac OS, seorang pengguna mampu menjalankan beberapa program pada saat yang sama, seperti Spread Sheet, Web Browser, dan Web Email. Bahkan jika pengguna hanya menggunakan satu program saja pada satu waktu, sistem operasi perlu mendukung program internalnya sendiri, seperti manajemen memori. Dengan kata lain, semua aktivitas tersebut adalah identik sehingga kita menyebutnya ''proses''.
2.jelaskan tahapan-tahapan proses ?
TAHAPAN  PROSES
Operating system terdiri dari himpunan program atau
modul O/S untuk mengatur penggunaan sumber daya.

Terdapat 6 Tahapan, yaitu:
1. Submit state
2. Hold state
3. Ready state
4. Running State
5. Waiting state
6. Completed state



1. Submit state, tahap di mana pemakai system
menyerahkan jobnya dengan cara :
Mempertimbangkan kriteria-kriteria pemilihan
(prioritas, macam dan besarnya job dll.)
Job Scheduler, yang merupakan bagian pengatur
prosesor, memanggil pengatur memori untuk
melihat apakah cukup tersedia memory yang masih
kosong
Kemudian dipanggil pengatur peralatan I/O untuk
melihat apakah permintaan terhadap peralatan yang
diminta dapat dipenuhi

2. Hold state, tahap dimana job telah selesai dibentuk
menjadi bentuk yang telah siap untuk diolah oleh mesin
komputer (kode-kode binary) tetapi belum ada sumber
daya yang diberikan kepada job kecuali tempat dimana
job tersebut berada.

3. Ready state, tahap di mana proses telah siap untuk run
karena semua sumber daya yang diperlukan telah
dipenuhi, akan tetapi karena masih ada proses lain
yang belum selesai menggunakan prosesor maka harus antri sampai tiba pada gilirannya.

4. Running State, tahap di mana prosesor telah diberikan
dan sekarang prosesor mulai dengan pengerjaan
instruksi-instruksi yang terbentuk dari program tersebut.

5. Waiting state, tahap dimana proses menunggu
selesainya operasi I/O

6. Completed state, tahap di mana proses telah selesai
dengan perhitungan-perhitungannya dan semua
resource yang telah dipergunakan telah ditarik kembali oleh O/S.



3.apa yang dimaksud dengan CPU  penjadwalan
Ø  Hampir semua program memiliki beberapa siklus bolak nomor CPU berderak dan menunggu I / O dari beberapa jenis. (Bahkan sederhana mengambil dari memori memakan waktu lama relatif terhadap kecepatan CPU.)
Ø  Dalam sistem sederhana menjalankan proses tunggal, waktu yang dihabiskan menunggu untuk I / O yang terbuang, dan mereka siklus CPU hilang selamanya.
Ø  Sebuah sistem penjadwalan memungkinkan satu proses untuk menggunakan CPU sementara yang lain sedang menunggu I / O, sehingga membuat penuh penggunaan siklus CPU dinyatakan hilang.
Ø  Tantangannya adalah untuk membuat sistem secara keseluruhan sebagai "efisien" dan "fair" mungkin, tunduk pada berbagai kondisi dan sering dinamis, dan di mana "efisien" dan "fair" adalah istilah yang agak subyektif, sering tunduk pada pergeseran kebijakan prioritas.

4.jelaskan dan berikan contoh algoritma dari:
a.FSCS
b.SJF
c.RR
d.Prioritas
a.First Come First Served (FCFS) Scheduling
FCFS merupakan algoritma penjadwalan yang paling sederhana yang digunakan dalam CPU. Dengan menggunakan algoritma ini setiap proses yang berada pada status ready dimasukkan kedalam FIFO queue atau antrian dengan prinsip first in first out, sesuai dengan waktu kedatangannya. Proses yang tiba terlebih dahulu yang akan dieksekusi.
b.Shortest Job First (SJF) Scheduling
Pada algoritma ini setiap proses yang ada di ready queue akan dieksekusi berdasarkan burst time terkecil. Hal ini mengakibatkan waiting time yang pendek untuk setiap proses dan karena hal tersebut maka waiting time rata-ratanya juga menjadi pendek.
c.Round Robin Scheduling
Algoritma ini menggilir proses yang ada di antrian. Setiap proses mendapat jatah sebesar time quantum. Jika time quantum-nya habis atau proses sudah selesai, CPU akan dialokasikan ke proses berikutnya.

d.Priority Scheduling
Priority Scheduling merupakan algoritma penjadwalan yang mendahulukan proses yang memiliki prioritas tertinggi. Setiap proses memiliki prioritasnya masing-masing.
Prioritas suatu proses dapat ditentukan melalui beberapa karakteristik antara lain:
  1. Time limit.
  2. Memory requirement.
  3. Akses file.
  4. Perbandingan antara I/O burst dengan CPU burst.
  5. Tingkat kepentingan proses.
5.langkah-langkah penginstalan system operasi Ubuntu:
Ø   buka universal USB instaler klik kanan open.
Ø  klik I Agree
Ø  Pada bagian menu dropdown pada aplikasi ini, pilih sistem operasi Linux yang akan diinstall. Karena menggunakan Ubuntu, maka saya memilih Ubuntu pada bagian ini.
Ø  Pada bagian Browse, pilih lokasi dari file ISO yang ingin diinstall ke dalam flash disk.
Ø  Pada drodown menu menu bagian bawah, pilih drive dari flash disk yang ingin ditempati Ubuntu Linux. Pilih Erase content jika anda ingin menghapus semua file yang ada pada flash disk
Ø  Pada bagian “slider” dari kapasitas file, kita bisa memilih berapa kapasitas yang akan digunakan untuk Ubuntu. Sesuaikan dengan kebutuhan anda.

Ø   Terakhir klik tombol Create dan tunggu sampai semua proses selesai.
Ø  Setelah semua proses selesai, sekarang coba restart komputer/notebook anda dan booting melalui flash disk yang baru saja diisi file dari Ubuntu. Tunggu sampai beberapa saat, sampai anda bisa melihat Ubuntu tampil di desktop

Langkah-langkah menjalankan ubuntu potable
Ø  masukkan flashdisk anda yang sudah dibooting dalam flashdisk anda
Ø  Lalu Restart komputer/laptop anda, kalau mau masuk ke ubuntu, tekan F9 di laptop compaq, kalau ASUS tekan ESC.
Ø  Pilih USB Hard Disk, lalu Enter
Ø  Tunggu di proses
Ø  Setelah di proses, akan tampil  desktop ubuntu
Ø  Klik Try ubuntu
Ø  Selesai




Keterangan,:
batas kirim sampai jam 12:00 pm
Kirimke e-mail: Iqzafbilora@gmail.com

Rabu, 30 April 2014

pertemuan 4

nama: fariza fathur rachman
nim: 1305020094
unit : c

1.  Jelaskan yang dimaksud dengan interprocess communication, race conditions dan mutual exclusion dan fungsinya
Inter-Process Communication (IPC) atau Komunikasiantar proses adalahcaraataumekanismepertukaran data antarasatu proses dengan proses lainnya, baikitu proses yang berada di dalamkomputer yang sama, ataukomputerjarakjauh yang terhubungmelaluijaringan. IPC terdiriatasprotokol yang menjaminsebuahresponsdarisebuahpermintaan.Contohdari IPC adalah Socket dalamsistemoperasikeluarga UNIX, message dalamsistemoperasi RISC OS, port dalam sistemoperasi Mach, Named Pipe dalamOS/2, Dynamic Data Exchange (DDE) dalam sistemoperasi Windows, SPX dalam sistemoperasi Novell, IAC dalamsistemoperasi Apple Macintosh (khususnya AppleEvents) danbeberapakomponenperangkatlunakseperti CORBA atau Component Object Model (COM). Meskipun IPC secaraotomatisdilakukanoleh program, sebuahfungsi yang samajugadapatdilakukansecarainteraktifketikapenggunamelakukanoperasi copy-cut-paste darisatu proses ke proses lainnyadenganmenggunakan clipboard.
Raceconditionadalah suatu kondisi dimana dua atau lebih proses mengakses sharedmemory/sumber daya pada saat yang bersamaan dan hasil akhir dari data tersebut tergantung dari proses mana yang terakhir selesai dieksekusi sehingga hasil akhirnya terkadang tidak sesuai dengan yang dikehendaki.
MUTUAL EXCLUSIONadalahBeberapa proses terkadangmembutuhkansumberdaya yang samapadasaatbersamaan. Sumberdayasepertiinidisebutsumberdayakritis.Bagian program yang menggunakansumberdayakritisdisebutmemasuki critical region/section.Hanyasatu program padasaat yang diijinkanmasuk critical region.Kondisi yang tidakdapatdiprediksihasilnya, bergantungpada proses-proses berjalan yang sedangbersaingdisebutKondisiPacu (Race Condition).Kondisipacuharusdihilangkan agar hasil-hasil proses dapatdiprediksidantidakbergantungpadajalanya proses-proses tersebut.

Prosesor Bagian terpenting dari prosesor yaitu :
 • Aritcmatics Logical Unit (ALU)
• Control Unit (CU)
 • Memory Unit (MU)
  

2.Apakah kelebihan dan kekurangan dari soal nomor 1

Keunggulan MUTUAL EXCLUSION
·         sederhanadanmudah di verifikasi.
·         Dapatditerapkankesembarangjumlah proses baik di pemrosestunggalmaupunbanyakpemroses yang  memakaimemoribersama.
·         Dapatdigunakanuntukmendukungbanyak critical region, masing-masing critical region didefinisikandengansuatu variable.

Kelemahan  Serius MUTUAL EXCLUSION
·         Merupakanmetodedengan Busy waiting, sangattidakefisien. Selagi proses menunggumemasuki critical region, proses berlanjutmengkonsumsiwaktupemroses.
·         Adanya busy waiting memungkinkan deadlock dan startvation.

 
3. WHAT IS A PROSESOR

PENGERTIAN PROCESSOR
Processor seringdisebutsebagaiotakdanpusatpengendali computer yang didukungolehkompunenlainnya.Processor adalahsebuah IC yang mengontrolkeseluruhanjalannyasebuahsistemkomputerdandigunakansebagaipusatatauotakdarikomputer.
Processor terletakpada socket yang telahdisediakanoleh motherboard, dandapatdigantidengan processor yang lain asalkansesuaidengan socket yang adapada motherboard.
Prosesoradalah chip yang seringdisebut “Microprosessor” yang sekarangukurannyasudahmencapai Gigahertz (GHz). Ukurantersebutadalahhitungankecepatanprosesordalammengolah data atauinformasi.Merkprosesor yang banyakberedardipasaranadalah AMD, Apple, Cyrix VIA, IBM, IDT, dan Intel.BagiandariProsesorBagianterpentingdariprosesorterbagi 3 yaitu :
  • Aritcmatics Logical Unit (ALU)
  • Control Unit (CU)
  • Memory Unit (MU)

A.FUNGSI PROCESSOR

Fungsi Processor dalamkomponenkomputersangatpentingsekali, karena processor merupakanpusatpengendalidanmemproseskerjasebuahkomputer. Processor sendiripadaumumyahanyaberfungsiuntukuntukmemproses data yang di terimadarimasukanatau input, kemudianakanmenghasilkankeluaranatau output.
 
B.Jenis-jenis Processor

Prosesormerupakansalahsatukomponen yang paling mempengaruhikinerjasuatujaringankomputer.
Kemampuankomputerdalammengolah data sangatditentukanolehkecepatan yang dimilikioleh CPU komputer.
Jikasuatu CPU memilikikecepatan 500 MHz, makaartinyadalamwaktusatudetikkomputerbisamengerjakan 500 milyarperintah.
Dan berikutadalahbeberapajenisprosesordankeunggulan yang dimilikinya :
1. Intel P4 (pentium 4)
Padaawalkemunculannya Intel P4 dilengkapidengansoket 423, tapikemudian di-upgrade dengansoket 478 yang membuatcarakerja CPU menjadilebihfleksibel.
Kecepatan yang dimilikiolehprosesorinimencapaikecepatan di atas 1 GHz.
2. AMD Athlon
Merupakansainganterberat yang dimilikioleh Pentium 4.
Kemampuan yang dimilikiolehprosesorpentium III, namununtukmasalahkecepatanprosesorinimasihberada di bawahpentium 4.
Kecepatan yang dimilikioleh CPU berbasisAtlhlonmenjadilebihcepatketika AMD meluncurkanseri chipset yang mendukung DDR.
3. Pentium III
Pentium III yang menggunakansoket 370 memilikikecepatan yang lebihrendah.
Kecepatan yang dimilikiolehpentiumini rata – rata 500 – 700 MHz.
4. Pentium II
Pentium inimerupakanpenggabunganfiturterbaik yang dimiliki Pentium MMX dan Pentium Pro, dansemuanyatergabungdalamsatu chip.
Pentium II terdapatdalam slot 1 dan slot 2 yang kesemuanyamemilikikecepatan rata – rata 200 MHz – 400 MHz.
5. Pentium MMX
Pentium inimerupakanpentiumandalandalammenjalankanaplikasi multimedia.
Kecepatan yang dimilikiolehprosesorinimemilikikeunggulan 60 % lebihcepatdaripadaprodukpentiumlainnyadalammenjalankan program multimedia yang sama.